Team Profile

Guided by inspiration and expertise, our team of Mahasiswa PPG Calon Guru LPTK UIM has collaboratively designed, developed, and implemented the “English Sensor” website and the ‘Word by Word Adventure’ media, under the direct mentorship of Sir Ahmad Juanda S.Pd., M.Pd. and Mam Sulmiati S.Pd., M.Pd., both serving as guru pamong and English Sensor supervisors at SMAN 6 Makassar.

Inisiatif ini merupakan hasil sinergi antara kebutuhan nyata pembelajaran bahasa Inggris di era digital dan semangat pengembangan media inovatif berbasis teknologi. Dengan latar belakang tantangan penguasaan kosakata dan minimnya pemanfaatan platform digital di kalangan siswa, program English Sensor hadir sebagai solusi pembelajaran mandiri, terstruktur, dan menyenangkan bagi siswa SMAN 6 Makassar. Peran guru pamong menjadi sangat vital sebagai fasilitator, motivator, sekaligus quality controller dalam setiap tahapan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi keberlanjutan program.​

“English Sensor is more than just a website. It is a digital ecosystem where students can master vocabulary interactively, supported by visuals, games, and integrated learning activities.. all designed and maintained by a passionate team of future educators.”

Alur bimbingan dalam projek ini terdiri dari beberapa langkah utama:

Pertama, dilakukan analisis kebutuhan dan perancangan strategi pembelajaran berbasis teknologi. Guru pamong dan tim mahasiswa merancang langkah solusi atas masalah nyata di lapangan di mana kemampuan kosakata dan literasi digital yang masih rendah.

Selanjutnya, proses pengembangan situs English Sensor dan media Word by Word Adventure dilakukan secara kolaboratif. Mahasiswa terbagi peran sesuai bidang minat, baik dalam konten, desain, hingga pemrograman sederhana. Semua progres terus dimonitor bersama guru pamong, yang secara aktif memberi masukan dan motivasi agar fitur dan konten yang dihasilkan betul-betul relevan dan adaptif.

Ketiga, integrasi media ke situs dilakukan. Konten seperti daftar kosakata, latihan soal interaktif, audio, visual, serta gamifikasi diimplementasikan ke platform LMS yang dapat diakses di seluruh perangkat digital siswa. Mahasiswa bertanggung jawab menguji dan menyempurnakan fitur, termasuk pengumpulan feedback dari guru dan siswa.

Implementasi dan evaluasi adalah fase kritis. Website dan media digital digunakan dalam pembelajaran kelas dan mandiri bagi seluruh siswa kelas X. Guru pamong berperan sebagai penilai utama, memastikan metode scaffolding dan Zone of Proximal Development (ZPD) benar-benar diterapkan, mendampingi mahasiswa dalam asesmen dan pelaporan hasil belajar siswa. Monitoring dilakukan secara berkala melalui pretest-posttest, survei kepuasan, dan analisa data.

Yang terakhir, evaluasi dan pengembangan berkelanjutan menjadi prinsip utama. Guru pamong dan mahasiswa secara rutin membahas pengembangan konten baru, pembaruan teknis situs, serta peningkatan fitur untuk menjawab tantangan pembelajaran di masa kini. Setiap hasil dan progres didokumentasikan melalui laporan, publikasi ilmiah, hingga karya digital yang dapat diakses publik.

Under our mentors’ supervision, all developers contributed actively to every step of the process, starting from needs analysis, media creation, integration, class trial, to continuous upgrade based on user feedback and evaluation. This kind of guidance built our capacity not only as technology-based educators but also as reflective, community-oriented change agents.

Dengan sistem ini, seluruh anggota tim dapat belajar langsung cara membangun platform belajar, mengembangkan media pembelajaran digital, sekaligus memahami pentingnya asesmen, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan di dunia nyata pendidikan. Kami berharap, English Sensor dan Word by Word Adventure dapat menjadi model pembelajaran digital yang memperkuat semangat “learning by doing” dan “collaborative growth” untuk masa depan pendidikan, baik di Makassar maupun wilayah Indonesia lainnya.

We appreciate the trust and relentless encouragement of our supervising teachers. Their role, not only as mentors but as visionaries, ensures our programs remain impactful and meaningful. Together, we are cultivating a culture of adaptive learning, student empowerment, and technological literacy for the future.

Setiap anggota tim yang kamu lihat di halaman ini adalah developer utama situs dan media belajar digital, di bawah bimbingan Sir Ahmad Juanda dan Mam Sulmiati. Kami, delapan orang mahasiswa, berkomitmen menghadirkan inovasi pembelajaran serta dokumentasi karya dan aktivitas pengembangan di situs English Sensor, agar menginspirasi generasi pelajar selanjutnya untuk aktif berkreasi dan berkolaborasi dalam pendidikan berbasis teknologi.